PENGELOLAAN TEBU SEBAGAI PENYONGSONG PEREKONOMIAN MASYARAKAT GLENMORE
- unej imawangi
- Oct 3, 2023
- 2 min read

Sumber : Tribunnews.com
Kecamatan Glenmore merupakan salah satu wilayah perkebunan yang paling sejuk di Kabupaten Banyuwangi. Berada di dataran tinggi dengan luas wilayah mencapai 368,89 Km2 sebesar 348 ha digunakan sebagai lahan perkebunan. Hasil perkebunan tersebut berupa kopi, Tebu, kakao dan kelapa. Daerah ini dihuni sejumlah 71.406 jiwa penduduk. Kondisi geografis yang menjadikan wilayah ini mempunyai banyak perkebunan membuat mata pencahariaan masyarakat tersebut mayoritas menjadi pekebun dan buruh pabrik.
Perkebunan di Kecamatan Glenmore unggul dibidang penghasil tebu terbesar di Kabupaten Banyuwangi dengan total panen tebu sebesar 1.591 ton pada tahun 2020. Tebu-tebu yang telah dipanen tersebut selanjutnya akan diolah menjadi gula pasir di pabrik gula yang berada di Glenmore juga. Pabrik tersebut bernama PT Industri Gula Glenmore (PT IGG) yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Jadi, mulai dari perkebunan hingga pabrik gula masih dalam satu naungan.
PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) dalam menjalankan operasinya memilih untuk mengambil pekerja lokal. Pekrja diambil dari wilayah sekitar mulai Glenmore-Kalibaru. Hal ini di maksutkan agar usahanya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Para pekerja diposisikan dalam bidang yang bermacam-macam, yang pasti seluruh aktivitas dari penanaman hingga menjadi gula dikerjakan oleh masyarakat sekitar. Mayoritas masyarakat terlibat dalam operasi dibidang penanaman tebu, perawatan, panen, logistik, dan pengolahan di pasbrik. Kini produksi gula di PT IGG semakin meningkat sehingga sekitar ribuan masyarakat di wilayah Glenmore-Kalibaru telah dipekerjakan oleh pabrik tersebut.
PT IGG menargetkan produksi tebu dengan total 715.000 ton. Jumlah ini masih sangat jauh jika hanya mengandalkan hasil tebu dari Banyuwangi yang hanya sebesar 5.882 ton, sehingga kekurangannya masih bergantung pada hasil panen wilayah Jember-Bondowoso. Untuk menyelesaikan masalah ini kedepannya PTPN XII akan memperluas lahan perkebunan tebu dengan cara mengalih fungsikan lahan karet dan kakao menjadi tanaman tebu. Bukan hanya itu pihak PTPN XII juga berencana menambah pabrik gula yang akan didesain dengan peralatan yang lebih modern sehingga dapat menambah kualitas premium pada gula pasir. Diharapkan dengan diperluasnya perkebunan tebu dan penambahan pabrik segala aktivitas dari hulu ke hilir dapat terjadi dalam satu tempat dengan kualitas yang lebih premium.



Comments