NELAYAN SEBAGAI MATA PENCAHARIAN UTAMA UNTUK PEREKONOMIAN MASYARAKAT MUNCAR
- unej imawangi
- Aug 1, 2023
- 2 min read

Sumber : www.kabarbanyuwangi.info
Kecamatan Muncar terletak di bagian timur Kabupaten Banyuwangi, berbatasan dengan Selat Bali, di kawasan Teluk Pangpang sebelah barat Tanjung Sembulungan. Pada tahun 2022, daerah ini merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Banyuwangi dengan total penduduknya mencapai 137.778.000 jiwa. Jumlah ini adalah 8% dari total penduduk Banyuwangi sebanyak 1.731.731.000 jiwa. Tidak mengherankan jika di Muncar sangat ramai oleh berbagai aktivitas.
Sebagai kawasan yang bersandingan dengan laut pastinya aktivitas yang berlangsung tak jauh dari aktvitas kelautan seperti berlayar, mengolah hasil tangkapan ikan, sampai wisata pantai. Tak heran jika di Muncar sangat banyak ditemui pabrik sarden,dan pasar ikan yang besar. Di Muncar juga kalian dapat menemukan pelabuhan perikanan yang besar dikarenakan daerah ini termasuk dalam penghasil ikan terbesar se Indonesia. Dari sini sudah dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk Muncar berprofesi sebagai seorang nelayan.
Nelayan di wilayah Muncar mampu menghasilkan jumlah penangkapan ikan terbesar di Banyuwangi sebesar 94,03% dari 11 kecamatan penghasil ikan lainnya di Banyuwangi dengan jumlah nelayan yang terdaftar sebanyak 11.850 orang. Pada tahun 2009, Kabupaten Muncar resmi menjadi Kawasan Minapolitan, yaitu mengembangkan kawasan ekonomi kelautan dan perikanan sesuai dengan prinsip keterpaduan, efisiensi, kualitas dan percepatan.Pembangunan pelabuhan perikanannya pun semakin ditingkatkan sehingga mampu menempati posisi kedua sebagai pelabuhan perikanan terbesar di indonesia.
Pembangunan pelabuhan ini meski bertujuan untuk mengembangkan sarana prasarana nelayan di daeran Muncar namun ternyata malah berdampak terhadap ekosistem lautnya sendiri dimana daratan semakin diperluas sehingga para nelayan harus semakin pergi ke tengah laut untuk mencari ikan. Nelayan yang awalnya berlayar hanya sampai di balik tanjung sembulungan kini harus berlayar sampai di selat balai bahkan sampai batas Samudera Hindia. Jarak yang jauh ini pastinya akan mempengaruhi beberapa aspek. Aspek pertama nelayan akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Dan aspek kedua adalah musim. Ketika semakin berada ditengah laut maka nelayan semakin berfikir dua kali untuk berlayar disaat cuaca sedang ekstrim. Pada akhirnya penghasilan nelayan semakin menurut. Diambil sample pada tahun 2020 hasil tangkapan ikan mecapai 23.641,40 ton dan di tahun 2021 hanya mencapai 19.696,50 ton.
Penurunan Ekonomi pada sektor perikanan ini membuat pemerintah mencari alternatif lain agar ekonomi di kec Muncar tetap stabil. Pelabuhan perikanan yang kini telah dibangun dengan luasnya selain berguna untuk aktivitas nelayan tetapi juga dipergunakan untuk menfasilitasi para umkm mendirikan stand-stand jualan di area tersebut. Beberapa tahun terakhir pun ritual adat tahunan Petik Laut juga di laksanakan dengan beberapa rangkaian acara selama berhari-hari sebelum puncak acaranya, sehingga sangat membantu para pelaku umkm untuk menggaet konsumen yang lebih banyak. Selain itu, pantai-pantai lain yang ada di kec Muncar yang tidak difokuskan untuk aktivitas berlayar pun diubah menjadi tempat wisata.
Pemerintah juga memberikan beberapa inovasi lain dalam menjaga perekonomian disektor perikanan yakni mengubah konsep penangkapan ikan dengan berlayar menjadi konsep tambak. Kini telah banyak masyarakat yang telah merealisasikan himbauan tersebut. Dapat dilihat sepanjang jalan menuju pantai Gumuk Kantong dimana berjajar banyak sekali tambak milik masyarakat. Pemerintah disini juga diharapkan untuk membantu dalam memulihkan ekosistem laut seperti penyemaian bibit ikan, rehabilitasi terumbu karang dll. Serta pemerintah dapat lebih tegas dalam penanganan AMDAL pabrik-pabrik yang berdiri disekitar, agar limbahnya tidak merusak ekosistem dalam laut.



Comments