top of page
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Pola Perekonomian Masyarakat Desa Kemiren Banyuwangi

Desa kemiren merupakan salah satu wilayah di Banyuwangi tepatnya di kecamatan Glagah yang memiliki lahan seluas 38.641,38 ha/m2. Desa ini memiliki kondisi alam yang masih asri dan kebudayaan nya yang terbilang banyak serta masih terjaga hingga saat ini. Tanahnya yang subur dengan sumber mata air melimpah dimanfaatkan oleh para warga setempat untuk diolah menjadi sumber mata pencahariaan yaitu sebagai petani. Sebesar 105 ha/m2 dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan sebesar 8.731 ha/m2 sebagai lahan perkebunan. Hasil pertanian yang dihasilkan berupa padi, kopi, petai, manggis, buncis, timun, kacang dan lain-lainnya. Berprofesi menjadi petani bukan satu-satunya, masyarakat juga bekerja pekerjaan lain pada umumnya. Menurut data pekerjaan desa Kemiren tahun 2018, urutan profesi terbanyak di tempati oleh petani dengan total 516 orang, dilanjutkan buruh harian lepas sebanyak 618, lalu buruh tani sebanyak 163. Data tersebut membuktikan bahwa dengan kondisi alam yang mendukung ternyata belum bisa menunjang perekonomian desa, dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang menjadi buruh. Pemerintah dalam menangani hal ini pada akhirnya menjadikan desa Kemiren sebagai desa Wisata Osing.


Desa Wisata Osing ini merupakan sebuah konsep sector pariwisata yang menggabungkan kombinasi antara wisata alam dengan kebudayaan Banyuwangi yang ada di desa Kemiren. Konsep ini sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa Kemiren. Hal tersebut, terjadi karena dengan adanya sebuah wisata akan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Peluang tersebut dapat meliputi penyediaan penginapan, pedagang makanan tradisional khas Kemiren, pedagang batik, pedagang pakaian, pemandu wisata, petugas kebersihan, pegawai di tempat wisata dll. Meskipun pemerintah tidak membuka lapangan pekerjaan tetapi dengan mengembangkan desa Wisata Osing ini membantu masyarakat untuk mendirikan usahanya sendiri. Banyaknya peluang yang didapat menjadikan pemasukan desa dari segi pariwisata maupun non pariwisata meningkat.

Konsep desa Wisata Osing sukses meningkatkan perekonomian akibat pola kegiatannya yang sangat menarik. Dalam kegiatan budaya yang bersifat partisipatif membuat turis dapat merasakan langsung kebudayaan tersebut. Menurut pengamatan pola perilaku, wisatawan mancanegara lebih menyukai acara yang berbasis lokal adat. Pola seperti ini dapat menambah pengalaman mengesankan yang didapatkan oleh para turis.. Selain segi budaya pola ini juga berlaku pada segi pariwisata. Desa Kemiren memilki kopi yang sangat khas didukung perkebunan kopi ini tempat wisata dimana wisatawan juga dapat belajar membuat kopi khas dari desa tersebut. Tempat wisata lainnya yang dapat dikunjungi wisatawan adalah wisata alam, kolam renang, dan wisata kuliner tradisional khas Kemiren.

Peningkatan pendapatan dari adanya desa Wisata Osing ini sekaligus membuat desa Kemiren juga berkembang mulai dari sarana dan prasarana. Akses jalan di desa Kemiren diperbaiki agar semakin memudahkan wisatawan untuk mengunjungi wisata tujuannya dan sarana pendidikan semakin harus diperhatikan. Hal ini dapat terlihat dari data Pendidikan sekolah dasar yang awalnya hanya sebesar 255 jiwa yang menempuhnya, kini meningkat menjadi 743 jiwa. Masyarakat juga semakin sadar pentingnya Pendidikan dimana sekarang banyak yang melanjutkan pada perguruan tinggi.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


© 2035 by Site Name. Powered and secured by Wix

bottom of page